Yvonne berjalan keluar dari ruangan Elizabeth Swan dengan ekspresi tenang, meninggalkan wanita tua yang termenung sendirian disana.
Dia menuruni tangga lantai dua menuju lantai satu ketika dia teringat kepada Maralika yang tidak juga kelihatan.
Merasa heran, Yvonne pun memutuskan untuk mengikuti Maralika menuju Ruang Bawah Tanah ketika dia mendengar tawa bengis Peppy ketika mengejek Blake. Menyadari apa yang akan dilakukan Peppy kepada Maralika, Yvonne pun segera mempercepat langkahnya dan membuat Peppy berpaling ke arahnya dengan wajah terkejut.
”KAU ?!” Peppy dengan refleks segera mengeluarkan pistol untuk menembak Yvonne yang dengan segera mencengkeram pergelangan tangan Peppy, memuntirnya sampai pistol itu berhasil direbut oleh Yvonne. Yvonne pun segera menghantam muka Peppy sampai terjatuh dan segera menuju ke sel di sebelah Blake.
”KEPARAT!!!” teriak Yvonne ketika melihat apa yang sedang dilakukan oleh Mr Swan, pria tua itu menoleh ke arah Yvonne dan kaget melihat wanita tersebut.
BANG!!!, tanpa basa-basi lagi, Yvonne segera menyarangkan sebuah timah panas di dahi pria tua renta itu.
”Maralika! Apa kau tidak apa-apa ?” tanya Yvonne yang dengan segera melepas jaket yang sedang dikenakannya dan menutupi tubuh telanjang Maralika ketika Peppy dengan tiba-tiba menerjang Yvonne dari belakang.
“PEREMPUAN JALANG!!! KAU MEMBUNUH PAPAKU!!!” jerit Peppy ketika dia menggigiti telinga Yvonne sampai berdarah, sehingga membuat Yvonne semakin emosi.
“AKH!!!” erang Peppy ketika Yvonne dengan tiba-tiba mencengkeram leher Peppy dengan tangan kanannya.
“Aku perempuan jalang ? lalu kau apa hah dasar PEREMPUAN SAMPAH!!!!” Yvonne balas berteriak ketika dia mendorong Peppy dengan keras sampai kepala wanita itu menghantam dinding sel dengan keras.
Peppy mau menerjang Yvonne lagi tapi Yvonne sudah mengokang pistolnya lagi tepat didepan wajah Peppy.
”Jangan kau kira aku tidak berani membunuhmu Peppy...kau sudah MEMBUNUH GERARD-ku...dan aku SANGAT SIAP menghabisi nyawamu saat ini!!!” teriak Yvonne penuh kemarahan sampai seluruh wajahnya memerah dan urat-urat dilehernya timbul.
”Lalu apa yang kau tunggu ? BUNUH SAJA AKU!!!” teriak Peppy menantang dengan senyum mencemooh.
”Aku tergoda untuk melakukannya, tapi sayang sekali, aku baru saja membuat perjanjian dengan Mother, dan salah satu syaratnya adalah dengan tidak menghabisi nyawamu yang tidak berharga ini!” geram Yvonne.
”Perjanjian ? bagaimana bisa Mom mau melakukan perjanjian denganmu ?” tanya Peppy bingung.
”Tanyakan saja hal itu pada ibunda tersayangmu....” balas Yvonne dengan senyum mencemooh, ”Sekarang.......mana kunci sel Sheriff itu ?”
”Jangan MIMPI aku akan memberikannya padamu!!!” teriak Peppy tapi
BUK!!! tanpa sungkan, Yvonne segera menghantam bibir Peppy sembari berdarah dengan pegangan pistol.
“DIMANA PEPPY ?! Kau tahu betul apa yang bisa kulakukan padamu untuk mendapatkan apa yang kuinginkan!” ujar Yvonne dengan nada mengancam.
Peppy diam saja dan
BANG!!! jeritan Peppy segera membahana ketika paha Peppy DITEMBAK oleh Yvonne. “BITCH YOU WILL PAY FOR THIS!!!” teriak Peppy dengan penuh dendam.
“Aku tanya sekali lagi *sensor !*! Dimana kunci sel Sheriff itu sebelum berikutnya aku akan menembak paha kirimu agar kamu LUMPUH!!!” ancam Yvonne. Peppy yang sudah kesakitan pun akhirnya mengeluarkan kunci sel itu dari belahan dadanya.
“KYA!!!” pekik Peppy ketika Yvonne menghantam wajah Peppy lagi ketika merebut kunci itu dari tangan Peppy dan segera membuka sel tempat Blake berada.
“Apa Anda baik-baik saja ? apa Anda bisa berjalan keluar dari sini atau Anda butuh bantuan ?” tanya Yvonne pada Blake.
Sementara disel sebelah, Peppy diam-diam mengeluarkan pisau kecil dari dalam sepatu bot nya dan segera mendekat ke arah Maralika yang masih tidak sadarkan diri untuk menggorok leher gadis malang itu!!!
TO BE CONTINUED...