
Agneli tidak habis pikir dengan kejadian tadi di danau , bagaimana bisa Wanita itu dengan tanpa rasa berdosa mendorongnya ke Danau , untungnya di selamatkan sebuah mainan , dan kembali dia tidak habis pikir bagaimana wanita itu bisa muncul di hadapan mukannya dengan bersih pula tanpa terlihat noda bersin.
"Beneran udah mati nih kayaknya itu wanita , emang gila ini keluarga , kira kira orang seperti apalagi yang akan kutemui" Pikirnya
Setelah mengganti bajunya dengan setelan yang telah di siapkan panitia , Agneli menggunakan baju yang rapih walaupun agak kurang muat karena ukuran tubuh yang cukup besar , Agneli tetap memakainya hingga kancingnya seperti mau lepas.
Agneli kemudian menuju ruang makan , disana sudah berkumpul para Banchelor yang lain , perutnya yang belum di isi makin menggelegar seperti petir.
Agneli bertanya pada seorang lelaki di sebelahnya
"Tuan , kenapa kita tidak makan bersama" Tanya Agneli
"Apa kau baru datang ? ini adalah sebuah tantangan yang di berikan pemilik rumah ini" jawab pria itu
"Tantangan makan ?" tanyanya lagi
"Iya tapi dengan makanan yang begitulah" tukas si pria
"Begitulah apanya ?"
"Ya begitu " jawab pria itu lagi
"Apasih begitu"
"Coba sendiri aja" dengan kesal pria itu menjawab pertanyaan agneli
"Ckckckck gitu aja marah , cuma ngomong makan makanan menjijikan susah amat"
"#@@###%#%$ tu tau ngapain nanya" kesal si pria
"Tenang aja bro kita kan pren , piss ah" dengan kalem ucap agneli
"Ya ampun makan aja susah , gimana hidup , emang bener dah kumpulan orang gila ini keluarga , coba undangan waktu itu aku kasihin ke tetangga aja" Cetus Agneli dalam hati
Seorang pria besar pun menyelesaikan tantangannya
"hmmmm , selama mereka tidak mati , nampaknya makanan itu tidak ada racun" pikirnya ngeri dalam hati
Kemudian Agneli pun menjawab tantangan itu
"Baiklah saya selanjutnya" Ucap Agneli lantang
Hidangan pertama nampak familiar baginya
"Wau , alamak you kill my brother " linu Agneli dalam hati sambil memegang anunya
Namun suara dalam perutnya mengalahkan rasa linu , Agneli pun memakannya dengan lahap
Hidangan kedua adalah kepala kambing beserta otaknya
"Kepala Baphomet dimakan juga ternyata otaknya tidak lebih kecil dari punyaku ?"
siapa peduli lahap Agneli
Hidangan ketiga adalah cumi hidup
"Ah ini biasa di korea"
Agneli pun masih bisa melahapnya
Hidangan keempat BOLA MATA IKAN TUNA MENTAH
"Buset di colok enak nih mata" ucapnya dalam hati sambil memaikan mata ikan itu ,peserta lain merasa jijik melihat perbuatan Agneli
, dengan tenang dia memakan mata ikan itu.
Dan hidangan terakhir adalah seekor tikus goreng, dan itu membuat Agneli menitikan air mata
"Baru tadi pagi kau menemani ku tidur , sekarang tertidur di panggangan"
dengan agak berat hati dia memakannya , sambil menangis dia melahap tikus goreng itu , ternyata orang kelaparan bisa memakan teman tidurnya.
"Heeeu" Suara sendawa agneli , nampaknya dia terpuaskan dengan makanan itu , walaupun makanan itu terlihat menjijikan , makanan itu semuanya edible kecuali tikus goreng temannya.
"Pelayan" Sahut Agneli
"Iya tuan" jawab si pelayan
"Boleh saya minta tikus yang dikukus , yang di goreng aja enak" seakan melupakan teman tidurnya

"Maaf tuan , karena anda sudah selesai , silahkan menuju ruang berikutnya " Ucap si pelayan
Dengan muka agak kecewa Agneli harus mematuhi peraturan agar bisa menang di Game ini .
Agneli menghampiri banchelor yang lain dan berkata
"Hai kawan kalau di antara kalian ada yang dapat tikus kukus , sisakan untukku yah" ucap Agneli pada banchelor yang lain
"Ambil saja semua, kami tidak butuh" dengan kompak mereka menjawab
Agneli pun menuju ruang berikutnya , ada apakah disana ?
Moga-moga saja ada pertunjukan bagus