Beberapa jam kemudian,
Waktu menunjukkan hampir tengah malam ketika Sarah, Gwen, Mei Ling, Yvonne dan Maralika memasuki Ruang Pesta Dansa yang sudah kosong melompong karena para tamu sudah kembali ke kamar mereka masing-masing.
"Wah selesai juga Pesta Dansa ini....." ujar Mei Ling senang sembari berputar-putar ditengah Ruang Pesta Dansa dalam balutan gaun putihnya yang indah.
"Dimana
dia Mara ?" tanya Sarah, Maralika hanya mengangkat kedua bahunya.
( Kalian tahu apa yang membuat saat ini lebih menyenangkan ? berdansa! ), isyarat Gwen.
"Sure....." Yvonne dengan cepat segera meluncur ke arah tumpukkan piringan hitam, dan segera memasang Irama Dansa lagu favorit mereka, yang berjudul "The Swan"
Begitu irama klasik itu terdengar, mereka semua pun segera berdansa di ruangan itu dengan bebasnya, berputar kesana kemari dengan anggun dan lincahnya dan dengan senyuman bahagia,
Swan Time, itulah istilah mereka untuk waktu-waktu seperti ini, dimana mereka bisa menjadi diri mereka sendiri tanpa semua beban Keluarga Swan di pundak mereka.
Gwen pura-pura mengajak Maralika berdansa dan mereka langsung berdansa berdua seketika, sedangkan Yvonne dengan cepatnya segera mengajak Mei Ling berdansa, kedua mata Yvonne berbinar-binar dengan gembiranya ketika berdansa dengan Mei Ling.
“Sarah…kau tidak bergabung dengan kami ? kamu bisa menggantikanku….” ujar Mei Ling, Sarah hanya menggeleng pelan dengan anggunnya ketika sebuah tangan muncul disampingnya menawarinya berdansa.
Sarah kaget ketika melihat Mr Lébrac ternyata berada disitu dan tersenyum ke arahnya.
“Mr Lébrac………..” Bachelorette yang lain terkejut bukan main melihat kehadiran Pria tinggi besar dan tampan itu yang berdiri disamping Sarah, mereka segera menghentikan dansa mereka.
“Oh Ladies…please don’t stop…..please continue….I just want to ask this Lady of mine to dance with me…..” senyum Mr Lébrac kepada Sarah membuat kedua pipinya merona.
“Ta…tapi…..” ujar Sarah tapi Mr Lébrac segera membungkam bibirnya yang sensual dengan telunjuknya yang besar.
“Kamu tidak mau berdansa denganku didepan banyak orang bukan ? jadi let’s dance……disaat
orang-orang itu tidak ada…..” ujar Mr Lébrac, dan Sarah pun menerima ajakan Mr Lébrac ketika mereka semua hanyut dalam alunan musik dansa klasik itu.
“Mr Lébrac…….mengenai apa yang Anda katakan tadi……jika Anda begitu menyukai wanita bermata biru….kenapa Anda terus mencariku ? bukankah istri Anda pastinya bermata biru juga….” Tanya Sarah ketika mereka sedang berdansa.
“Istriku tidaklah bermata biru…..” ujar Mr Lébrac membuat Sarah kaget mendengar jawaban tersebut.
“Ke…kenapa ?” tanya Sarah lagi dengan lemah lembutnya.
“It’s a Political Marriage Sarah……I don’t love her, that’s why I have YOU as My Mistress……” jawab Mr Lébrac membuat hati Sarah meringis mendengar kata Mistress itu.
“But I don’t want to be a Mistress Mr Lébrac….I don’t want to ruin your marriage with your wife….” ujar Sarah sendu.
“Don’t you think it’s kinda too late for that Sarah……you should think about that when you seduced me the first time!” ujar Mr Lébrac.
“But…….it was…….I didn’t………” Sarah ingin sekali mengatakan bahwa bukanlah idenya sama sekali untuk merayu Mr Lébrac ketika mereka pertama kali bertemu, betapa dia tidak tahu kalau pria itu sudah beristri….betapa dia tidak tahu kalau pria yang dikiranya akan seperti pria-pria lainnya yang disuruh Mother untuk digoda akan……akan membuatnya
jatuh cinta, Sarah hanya membisu saja.
“You are very special Sarah……I never wanted to have a Mistress in my life until I met you!” ujar Mr Lébrac memandang kedua mata Sarah begitu lekat, begitu
intense.
“Mr Lébrac……..please…..don’t
torment me like this……you know there’s no future for us….there’s no future for ill-fated couple like us…..I am Sarah Swan…..an ESCORT to all the men who dealt business with Mother! I…..I don’t deserve you” ucap Sarah ketika bulir air mata mengaliri kedua pipinya.
“I know Sarah….I know who you are.....but I don’t care! From the moment I met you….I will make sure that you will escort nobody anymore BUT me!!! And if you dare to refuse me….you know what I WILL do to you!!!” ujar Mr Lébrac dengan nada mengancam ketika dia menyeka air mata Sarah dengan ibu jarinya, membuat tubuh gadis itu gemetar sekaligus menikmati sentuhan pria tersebut.
Tak lama kemudian lagu itu pun berakhir, para Swan Sisters sudah mau undur diri, ketika Mr Lébrac berkata, “Hey girls….you all looked so beautiful tonight…..I have an idea, how about I take a photo of you five in all your fancy dresses ?” tanya Mr Lébrac. Kelima Swan Sisters itu saling pandang, dan tersenyum setuju pada Mr Lébrac.
“Where will we take the picture ?” tanya Mara.
“How about the back garden ? near the fountain by the labyrinth ?” saran Sarah dan mereka semua setuju.
“Okay girls…I’m gonna take my camera first, I’ll meet you all there” ujar Mr Lébrac ketika permisi.
“Oh Mr Lébrac is so handsome, you’re so lucky Sarah!” ujar Mei Ling.
Sarah hanya diam menunduk ketika mereka berjalan menuju taman belakang. “What is it Sarah ?” tanya Mei Ling curiga.
“He…he…can be
cruel sometimes….especially when he liked to beat me during our……..” ujar Sarah pelan membuat Mei Ling gasped in surprise.
“Oh my gosh Sarah….is he an S ?” tanya Mei Ling tak percaya.
Sarah mengangguk, “I knew it! Mr Lébrac is too good to be true!” celetuk Yvonne yang menguping pembicaraan mereka.
“You should stay away from her Sarah!” ujar Mara.
“I….I can’t. I’m his escort, Mother won’t allow it….besides………..I……..I kinda enjoyed it when he beat me….” ujar Sarah dengan kedua pipi merona membuat keempat Sisters yang lain menoleh ke arah Sarah dengan ekspresi SYOK!
“Sarah, you’re an M ?” tanya Yvonne dengan suara imutnya.
“I don’t want to be an M….but…..I think I am….” ujar Sarah dengan suara gemetar seperti ingin menangis.
Gwen yang dari tadi diam saja, meletakkan sebelah tangannya dibahu Sarah.
( Listen Sarah….if he is the man that you love, and if you are the girl that he loves…..maybe it’s the sacrifice you have to take my dear sister. Cause…..cause….look at me…..not everyone could have a happy ending……), isyarat Gwen dengan penuh pengertian.
“But he has a wife already…..I don’t want to ruin his marriage, he has a son…..Gaston….I could never do such thing to that kid’s family….” ujar Sarah dengan pergolakan batin ketika dia teringat senyum polos Gaston ketika memeluknya dan menatap kedua matanya. Dia…dia merasa bersalah kalau harus menjadi orang yang menghancurkan keluarga bocah itu.
“Listen Sarah…..if Mr Lébrac chose you, then WHO CARES with his wife. Make him divorce his wife and marry you!” ujar Yvonne ceplas ceplos membuat yang lain terkaget-kaget,
“Yvonne…sometimes I forgot how
cruel you are when your face is like a Little Angel” ujar Mei Ling,
Yvonne tersipu-sipu malu mendengar perkataan kakaknya itu.
Mereka akhirnya sampai ke tempat yang mereka masuk, dan Mr Lébrac tak lama kemudian muncul. Orang asing mungkin akan tersesat dengan mudahnya di labirin itu, tapi Mr Lébrac sudah cukup sering ke Rumah Keluarga Swan dan labirin merupakan tempat favorit nya dengan Sarah untuk melakukan affair mereka.
“Okay Ladies….ready ?” tanya Mr Lébrac ketika dia memposisikan kamera tempo doeloe nya. Kelima Swan Sisters itu segera mengambil posisi mereka masing-masing.
“Hmmm..not right….Sarah why don’t you stand in front of them” pinta Mr Lébrac dan yang lain segera tertawa mendengar hal itu.
Sarah dengan malu-malu segera berdiri paling depan dan mulai berpose dengan sensualnya, “D*mn Sarah….you’re not going anywhere tonight but my bedroom” senyum Mr Lébrac dengan nakalnya,
Sarah memandangi pria tampan didepannya itu,
I love you Eustace, tapi….apakah cinta kita bisa bersatu ? pikirnya sendu.
This very moment….wish that it will last forever…..I love you my sisters….. pikir Gwen sembari menatap ke arah adik-adiknya.
Thank you Sarah….Gwen….Mei Ling…..Yvonne…..tanpa kalian, aku mungkin sudah mati……tidak ada lagi alasanku untuk hidup selain karena kalian…., pikir Maralika teringat dengan kejadian
itu.
I’m so SICK of living in this mansion…..living as a Swan! Others may think how lucky I am…but if only they know the truth…..I would rather choose not to be adopted by this family…..but, Mei Ling menatap wajah keempat saudarinya,
Then again…..I’m indeed so lucky to have sisters like you four…..
Kak Mei Ling….seandainya kakak tahu perasaanku yang sebenarnya kepada Kakak…..akan tibakah hari agar Kakak tahu yang sebenarnya kurasakan selama ini….., Yvonne sudah mau menangis tapi dia berusaha keras untuk menahannya.
“Get ready girls!” ujar Eustace dan mereka semua segera berpose dengan begitu ciamiknya, “1……2………
BLITZ!!!” moment itu pun diabadikan oleh Mr Lébrac. Sebuah gambar yang penuh dengan senyuman tapi menyimpan tatapan yang menyimpan begitu banyak kepedihan dari mata mereka berlima.
Tak ada yang pernah mengira, kalau malam itu akan menjadi TERAKHIR KALI nya mereka berlima berfoto bersama….
* * *
2010
Minerva meraba permukaan foto yang kini sudah usang akibat dimakan waktu.
Dia mendengar bunyi pintu rumah dibuka, pasti puteranya sudah kembali.
Minerva menutup album itu, menutup kedua matanya.
Sudah waktunya…..sudah waktunya bagi Arlan, Gaston, Jared dan Luis Alejandro untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, pikir Minerva ketika dia berdiri dan berjalan meninggalkan meja kerjanya dan membuka pintu menuju koridor.
* * *
1979
Peppy membuka pintu kamar tidur dan berteriak memanggil saudari-saudarinya di pagi hari yang cerah itu.
“Ada ada Miss Peppy berteriak seperti ini ? nanti para tamu bisa mendengar lho….” ujar Prudence, Kepala Pelayan Keluarga Swan.
“Mana yang lain ? PANGGIL MEREKA!!! DASAR PEMALAS! Hari ini kencan perdanaku dengan para Bachelor, dan mereka harus membantuku bersiap-siap!” teriak Peppy kesal.
“Maaf Miss Peppy…tapi adik-adik nona sudah bangun dari tadi pagi jam 6” ujar Prudence.
Peppy mengernyitkan dahinya, menatap jam dikamar tidurnya yang menunjukkan pukul 12 SIANG!
“Oh tidak….aku terlambat bangun! Aku harus bersiap-siap dengan segera….” Jerit Peppy panik.