"Dikarenakan puteriku Peppy sedang tidak dalam kondisi prima karena seseorang....." ujar Elizabeth sembari mendelik tajam ke arah Levi, "Maka untuk sesi Truth or Dare ini, Peppy akan dibantu oleh saudari-saudarinya.....", para hadirin langsung tampak bergairah dan semangat begitu mendengar kalau adik-adik Peppy yang lain segera bergabung bersama mereka.
"Prudence...panggil yang lainnya......" ujar Elizabeth pada Kepala Pelayan bertubuh tinggi besar seperti Pria dengan hidung bengkok seperti burung kakatua.
Prudence mengangguk pelan ketika dia undur diri dari ruangan itu, dan beberapa saat kemudian suasana Pesta Dansa itu menjadi hening ketika 4 orang gadis Keluarga Swan lainnya memasuki Ruang Pesta Dansa dalam balutan busana mereka masing-masing.
Mr Lébrac segera berjalan seketika mendekati gadis berambut pirang dalam balutan gaun biru langit yang membuat kedua mata birunya tampak semakin cantik.
“Akhirnya kamu datang juga….I’ve been looking for you Miss Swan” ujar Mr Lébrac ketika mencium punggung tangan Sarah didepan banyak orang membuat Sarah resah karena takut yang lain akan berpikir yang bukan-bukan.
“Tolong Mr Lébrac jangan…..” pinta Sarah dengan suara lemah lembut dan begitu anggun.
“Kenapa ?” pancing Mr Lébrac dengan senyum menawan.
“Jangan….please…..” pinta Sarah dengan tatapan sendu.
“You know Miss Swan, semakin Anda menolakku the more I want to take you to my bed right now!” bisik Mr Lébrac membuat jantung Sarah semakin memburu karena panik mendengar hal itu.
“A….” Sarah baru mau menjawab ketika seorang anak lelaki berlari mendekat ke arah mereka.
“Papa…papa……” panggil bocah berusia sekitar tiga tahunan itu dengan polosnya membuat Mr Lébrac tampak kesal dibuatnya.
“Alphonse sudah kubilang jauhkan Gaston dariku malam ini!” bentak Mr Lébrac pada pria muda dibelakangnya.
“Maafkan aku Tuan tapi Tuan Muda ingin bertemu dengan Miss Swan…..” ujar Alphonse, pria dengan kuping lancip seperti elf.
“Pergi sana Gaston!” usir Mr Lébrac lagi membuat Gaston tampak sudah mau menangis, hati Sarah menjadi iba melihat hal itu.
“Tidak apa-apa Mr Lébrac, Gaston bukan ? ayo dengan Tante…..” senyum Sarah dengan begitu menawan ketika dia berjongkok membuka kedua tangannya dan Gaston segera berlari dengan riang menuju ke pelukan Sarah.
“Awww….. Mr Lébrac, Putera Anda sangat tampan…..” ujar Sarah ketika dia memperhatikan wajah Gaston yang berbinar-binar memandangnya, Sarah sudah pernah bertemu dengan Gaston sebelumnya, lewat kunjungan-kunjungan bisnis Mr Lébrac dengan Mother. Dan Gaston selalu diajak oleh Mr Lébrac setiap kali dia bepergian. “Dia mewarisi mata, alis dan hidung Anda Mr Lébrac, aku yakin kelak setelah dewasa pasti dia akan setampan Anda dan dikagumi banyak perempuan” ujar Sarah membuat Gaston tertawa senang mendengarnya.
Mr Lébrac tersenyum mendengar hal itu, “Dikagumi banyak wanita ? Aku tidak peduli, selama wanita yang kucintai berdiri didepanku saat ini” ujarnya membuat wajah Sarah pucat pasi takut ada yang mendengar perkataan itu. Gaston mungkin masih terlalu kecil tapi Alphonse, pelayan paling setia Gaston yang berdiri dibelakangnya pasti mendengar kata yang baru saja diucapkannya. Sarah menatap ke arah Alphonse yang segera membalikkan badannya pura-pura tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan majikannya.
Kekhawatiran Sarah teralihkan oleh tangan Gaston yang tiba-tiba memegang kedua pipi Sarah dengan kedua tangan mungilnya. Gaston tertawa senang ketika menatap kedua mata Sarah dengan lekat. “Kenapa dia selalu seperti itu ketika melihat mataku ?” Sarah bertanya kepada Mr Lébrac yang tampak tersenyum mendengar pertanyaan itu.
Mr Lébrac pun berkata, “Like father like son….mungkin dia seperti diriku….memiliki kelemahan pada gadis bermata BIRU seperti dirimu”, lagi-lagi jantung Sarah seperti mau berhenti mendengar perkataan pria tampan didepannya itu, takut didengar orang lain…sekaligus senang mendengar kata tersebut dari pria yang dicintainya walau dia tahu kalau cintanya itu tidak akan berakhir bahagia, pria itu sudah menikah!
Sarah pura-pura tidak mendengar perkataan Mr Lébrac barusan membuat pria itu semakin
penasaran. “Dimana mamanya ? apa istrimu tidak keberatan Puteramu selalu ikut bersamamu dalam bepergian ?” tanya Sarah mengalihkan pembicaraan.
Mr Lébrac mengernyitkan kedua alisnya mendengar pertanyaan itu sebelum menjawab, “Istriku menghadiri Arisan para Ibu-Ibu Parlemen sesuatu yang tidak berguna…jadi lebih baik Gaston kuajak saja, lagipula dia selalu senang kuajak jalan-jalan daripada seorang diri dirumah kami tanpa kehadiran kedua orang tuanya”.
Sarah memandang wajah Gaston yang tersenyum padanya, dia kasihan pada bocah itu kalau harus merasakan kehidupan tanpa kehadiran orang tuanya yang sering bepergian. Dari ujung mata Sarah bisa melihat kalau Mother sedang menjeling pada mereka sehingga membuat Sarah cepat-cepat menyerahkan Gaston kepada Mr Lébrac.
“Apakah kamu akan ke kamarku malam ini ? atau aku yang akan kekamarmu ?” tanya Mr Lébrac blak-blakkan lagi membuat Sarah segera berjalan melewatinya ketika lengan kiri Sarah tiba-tiba dicengkeram dengan sangat kuat oleh Mr Lébrac, “Aku bertanya padamu! Dan kamu tahu apa yang akan kulakukan padamu kalau kamu tidak menjawab pertanyaanku!” ancam Mr Lébrac membuat Sarah bergidik ngeri.
“Maaf, tapi Mother sedang memanggilku sekarang…..” ujar Sarah dengan bibir gemetar lalu segera melangkah pergi meninggalkan Mr Lébrac yang menatap gadis itu dengan tatapan bengis.
Sarah menerima instruksi dari Mother untuk bermain Truth or Dare dengan Lawrence. Sarah segera menatap Lawrence dengan tatapan tidak senang, mereka sudah bertemu tadi siang dan dia tidak begitu suka dengan pria itu.
“Mr Lawrence please follow me…….” ujar Sarah dengan lembut ketika dia mengajak Lawrence keluar dari Ruang Pesta Dansa menuju taman belakang Mansion itu.
Sarah kemudian duduk diteras belakang Mansion mempersilakan Lawrence untuk mengikutinya. Duduk dengan punggung tegak dan dada dibusungkan seperti seorang Lady, Sarah pun berkata dalam kalimat berikut ini. “Kurasa Anda sudah tahu Mr Lawrence bagaimana jalan permainan Truth or Dare ini. Karena Anda mendapat giliran pertama, maka permainan ini dimulai dariku dan aku memilih TRUTH! Silakan Anda menanyakan padaku 5 PERTANYAAN yang Anda ingin ketahui mengenai PEPPY SWAN….”