ZAENAL HATTA

ISABELLA MORTON
Nama Lengkap : Zaenal Hatta
Usia : 26 Thn
Pernahkah anda menjalin sebuah hubungan sebelumnya ? Jika ya, ceritakan apa yang terjadi! :
Ya, saya pernah berhubungan secara serius dengan satu wanita, tetapi akhirnya dia memilih pria lain yang jauh lebih berada daripada saya untuk menikahinya. Dan sejak saat itu, saya ingin mapan dulu sebelum menjalin hubungan dengan wanita manapun, dan saya rasa sekarang saya telah siap.
Pekerjaan : Dosen
Ras : Asia (Indonesia)
Agama : Islam
Zodiac : Sagittarius
Apa kriteria impianmu dari pasangan Anda : Secara fisik saya tidak meminta macam2, apa adanya, yang penting dia terlihat rapih dan sopan. Saya juga menginginkan wanita cerdas, penyayang, sedikit manja, tetapi enak diajak berdiskusi.
Nama Lengkap : Isabella Morton ( Maiden Name )
Usia : 41
Pernahkah anda menjalin sebuah hubungan sebelumnya ? Jika ya, ceritakan apa yang terjadi! :
Saya sudah menikah dan mempunyai seorang putri, tetapi suami saya... ahh!! sudahlahh!! saya hanya ingin melupakanya dan melanjutkan hidup saya...
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Ras : Caucasian
Agama : Kristen Protestan
Zodiac : Pisces
Apa kriteria impianmu dari pasangan Anda :
Saya hanya ingin melanjutkan hidup, that's all!!.: KISSING SHOT :.Bella berjalan bimbang... hari ini dia akan menanyakan pada Zaenal, apakah dia mau diajak ke Oasis Lane??. Bella tidak bisa berhenti memikirkan Oasis Lane... rasanya janggal ingin memulai hidup baru tetapi masih dihantui kehidupan lamamu...
Oke, masalah dengan suaminya John sudah dia anggap tuntas... dan anaknya... putrinya... Bella menangis dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat,
"TIDAK!! aku harus Kuat!! aku akan menempuh hidup baru, aku harus tegar!!" jeritnya dalam Hati. Tetapi Oasis Lane, sahabat-sahabatnya... Bella terpikir kepada mereka, apa mereka baik-baik saja?? hanya kematian Barbara yang masih menghantui kehidupannya kini. Barbara selalu ada dalam pikirannya, dia adalah sahabatnya yang meninggal tragis dan dalam hati kecilnya yang terdalam Bella tidak bisa menerimanya.
"Aku HARUS KEMBALI!!" tekad Bella,
"Aku harus tahu yang sebenarnya agar Barbara bisa beristirahat dengan tenang!!". Sejak melarikan diri dari Oasis Lane, Bella mencoba untuk menjadi orang yang "BARU" dan ternyata pengaruhnya ini sampai membuat Bella lebih jujur kepada dirinya sendiri.
Tanpa terasa Bella kini sampai didepan ruangan Zaenal... Untungnya, Ruang Kerja Dosen di Universitas Zaenal ini terpisah-pisah sehingga Bella bisa membahas masalah pribadinya dengan Zaenal. Bella mengintip kedalam ruangan... oke, Zaenal sedang sendiri, memeriksa paper mahasiswa mahasiswinya.
"Inilah saatnya...ayo Bella, kuatkan dirimu" Bella mencoba menguatkan dirinya. Dengan perlahan dia mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan begitu dipersilahkan.
"Lho?? Bella, kok kamu datang kesini?? malam nanti kan kita akan kencan untuk pertama kalinya... ada apa?? apa kamu ingin membatalkannya??" Zaenal merasa takut ditolak oleh Bella.
"Bukan, aku bukan ingin menolak kencan kita..tapi aku harus memastikan... apakah kamu memang yang terbaik untukku Zaenal, aku tidak bisa main-main... tidak bila seumurku". Zaenal terdiam, kini dia harus menghadapi rasanya memiliki kekasih yang lebih Tua darinya yang lebih matang dan yang pasti tidak mengharapkan kata "main-main" darinya, ini serius!!
Bella memandangnya... seakan-akan dia menterogasi Zaenal atas kejahatan yang sangat tidak bisa dimaafkan.
"Pastikan diriku Bella, karena aku tidak akan mundur selangkahpun darimu..." ucap Zaenal mantap.
Meskipun Bella merasa belum puas atas perkataan Zaenal, tapi Bella melihat bahwa Pria Muda ini jujur dan dapat dipercaya.
"Kau harus tahu siapa aku sebenarnya Zaenal..." dan Bella mulai bercerita tentang hidupnya, tentang Suami dan Putrinya, tentang teman-temannya, terutama tentang kematian Barbara di Oasis Lane.
"Karena itu aku harus kembali..." mata Bella mulai berkaca-kaca.. Ia yakin bahwa Zaenal akan menolaknya dan membiarkannya kembali ke Osis Lane seorang diri. Lagipula apa yang bisa dia harapkan?? ikut acara Blind Date inipun hanya karena dia ingin bersikap spontan, dicampakkan oleh pasangan brondong yang sebelum Zaenal meminangnya pun dia anggap biasa saja. Tapi begitu Pria yang sekarang berdiri dihadapannya ini memutuskan untuk menikahinya, Bella tidak kuasa menolaknya... karena diam-diam, Bella juga mengagumi sikap matangnya itu...
"Oke, ayo kita kembali!" senyum Zaenal.
"Apa??!!" Bella terkejut...sama sekali tidak terlintas dibenaknya bahwa Pria yang masih Hijau didepannya ini akan menjawab seperti itu tanpa dipikir-pikir dahulu.
"Kau yakin?? Zaenal, aku tidak main-main!! aku harus kembali dan menyelesaikan masalahku bila aku ingin melanjutkan hidup!!"
"Karena itu, ayo kita pergi bersama-sama..." senyum Zaenal bertambah lebar.
"tapi... bagaimana dengan keluargamu?? apa mereka setuju kau hidup merantau jauh dan tidak tahu kapan kembalinya??"
"Kau ini bicara apa, Bella... kau ini Calon Istriku... Justru sekarang aku harus menjagamu, lagipula aku yakin keluargaku akan mengerti".
"Lalu, pekerjaanmu sebagai Dosen akan kau tinggalkan begitu saja??"
"Tenang saja, aku ini Dosen Multitalented kok... dimana saja aku pasti bisa nyari pekerjaan sebagai Pengajar, asal aku yakin aku mampu... halangan seperti apapun tidak akan mempengaruhiku." jawab Zaenal tenang sambil membalikkan badan dan membereskan paper-paper yang sedang dinilainya.
Bella sungguh tidak percaya, benarkah Pria ini hanya 1/2 umurnya?? Dia bahkan jauhhhh lebih dewasa dari John (Huhh!!)
"Jadi kapan kita pergi?? aku harus menyelesaikan laporanku dan membuat surat pengunduran diri ke Universitas..." begitu Zaenal menoleh kembali kearah Bella, Bella langsung menciumnya
dan tidak mau melepaskannya sedetikpun.

Sementara itu, diluar ruangan, 2 orang mahasiswanya sedang berjalan menuju ruangannya untuk mengumpulkan Paper mereka yang terlambat dikumpulkan dan mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat didalam ruangannya Zaenal...
Mahasiswa A : "Suitt..suittt...prikitiuwww...lagi panas-panas gini makin HOT aja...!!"
Mahasiswa B : "Oke lah ka lau be gi tu... oke lah ka lau be gi tu..."
"HEHHHH!!! KALIAN INIIII!!!" dengan muka memerah Zaenal menyudahi Ciuman panasnya dengan Bella dan mengejar mahasiswa-mahasiswa badungnya sebelum mereka menyebarkan gosip yang aneh-aneh tentang dirinya...
Bella terkikik, yahh... biar bagaimanapun dia masih hijau untuk diajak ke tingkat yang "LEBIH"...
.: WEDDING SHOT :."Nyaman Bella?", Zaenal menyingkap tirai pintu sebuah kamar. Disana ada Isabella bersama dengan seorang perias pengantin bernama Yayuk, nenek tua yang konon juga mendandani ibunda Zaenal ketika menikah dulu.
"Lumayan Zae, terimakasih" ucap Bella sambil membetulkan kerutan-kerutan di kebaya kuning gadingnya.
"Memang agak sulit tampaknya memakai pakai itu. Maaf telah merepotkanmu untuk menikah dengan adat-ku". ujar Zaenal sambil melangkah masuk menghampiri Bella yang memasang wajah khawatir. "Zae, kau serius? belum terlambat dan aku mengerti...". Kata-kata wanita itu terhenti ketika sosok pria itu menghampirinya sambil memandang matanya. "Aku serius. Tidak akan mundur kecuali kau yang begitu menginginkannya". Bella hanya tertegun, begitu banyak yang sudah pria itu korbankan. Usianya, pekerjaannya, dan kini keluarganya. Bella tahu, keluarga Zaenal tidak menyukainya walau akhirnya pesta adat pernikahannya dilaksanakan juga. "Baiklah, kutunggu didepan ya, kamu akan lihat dan merasakan sendiri bagaimana pernikahan dengan adat kami".
"Zae, bukankah tidak baik melihat mempelai wanita sebelum upacara berlangsung?", pertanyaan yang diajukan Bella sebelum Zaenal keluar itu dijawab dengan senyuman lebar, "itu bukan adat kami Bella, jadi tentunya sah saja melihatmu sekarang. Nanti juga akan kulihat". Ujar Zae sambil mengedipkan mata dan tersenyum. "Oh iya Bella, kau sangat... cantik--".
Diruangan tunggu, tamu dari keluarga dekat berdatangan, namun Zaenal mengerutkan keningnya. Mereka datang hanya mengenakan pakaian biasa, tidak kebaya atau pakaian remsi sperti biasanya. "Belum berdandan?".
"Zae, kami tidak setuju kau menikah dengannya! usia ku dan dia bahkan hampir sama. Tidak sudi kita hadir!", celoteh bude Zaenal. "Ya, dan apa-apaan itu, punya anak? dan bahkan bule pula? kau bisa dapat yang lebih bak Zae!", bibi Zae yang lain menarik tangan Zae keluar. Menunjuk beberapa gadis yang sedang menonton keributan didalam rumah tersebut. "itu, itu, dan itu! tunjuk saja, dan bibi akan lebih senang kau dengan mereka dibandingkan wanita sial itu!". Kata-kata itu membuat Zae menarik tangannya dari pegangan si bibi, namun wajahnya tetap ramah dan tersenyum. "Terimakasih bibi namun aku masih tetep bersama Bella". Zaenal berbalik dan melihat ibu, ayah dan kedua adik perempuan kembarnya disana. Wajah mereka berekspresi sama dengan sanak saudranya yang lain, namun pria itu bersyukur setidaknya keluarganya yang paling dekat itu mau hadir di pestanya.
"Bunda...Bapak," Zaenal meraih tangan ibunya dan mencium tangan wanita dan pria paruh baya itu dengan lembut. "Juga dek Yoan, dek Yoanna, syukurlah semuanya datang kan?". Zae tersenyum lebar, dan merasa lega mereka semua berpakaian rapih.
"Sari, kaunasihatilah dia. Sebelum akad di sebutkan. Buat Zae jangan menikah dengan wanita itu", salah seorang bude menghampiri Ibu Zaenal dengan wajah marah. "Kau tak mungkin setuju kan dengan berdandan seperti ini?".
Ibu Zaenal mengangguk dan menatap Zaenal dengan tajam, "bunda dan bapak ingin bicara. Juga adik-adikmu zae". Zaenal tersenyum, dan kemudian pergi mengikuti bunda dan bapaknya setelah berpamitan pada bude dan bibinya yang sebelumnya sudah Zaenal mohon untuk tidak menganggu Bella.
***
"Sudah siap?", Zaenal merengkuh bahu Bella dan menariknya ke depan penghulu. "Perhatikan saja kata-katanya Oke?, maaf sekali lagi sudah merepotkan dengan mengikuti adatku...". Bella mengecup pipi Zaenal tepat di depan para saksi, "setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan Zae, dibandingkan denganmu tidak ada artinya...". Sikap Bella sempat membuat Zaenal dan yang lain jengah, tapi pria itu kemudian tersenyum sambil berbisik tentang sesuatu sehingga Bella salah tingkah sendiri.
"EHEM!"
Suara berdehem sang penghulu membuat semua hadirin tenang, Zaenal duduk disamping Bella dan berapa lama kemudian mengucapkan akad atau sumpah pernikahan.
Setelah akad, Zaenal membawa Bella ke tempat resepsi. Awalnya wanita itu bingung tetapi Zaenal memintanya untuk duduk disebelahnya. "Sekarang tunggu hingga acara selesai, dan kita duduk disini menyalami para tamu". Zaenal mengedipkan matanya kepada Bella, tetapi wanita itu hanya memandangi Zaenal dengan khawatir. "Btw Zae, tadi kenapa kau tidak katakan bahwa ciuman di depan umum tidak wajar? Ah, aku masih ingat wajah orang-orang itu...". Zaenal tertawa sambil menarik tangan Bella untuk berdiri, memberi tanda pada kameramen untuk mengambil gambar mereka berdua.

"Kesini". Sahut Zae sambil merengkuh Bella kepelukannya. "Tidak risih?". "Kau istriku Bella, tidak mungkin aku risih" sambil tersenyum Zaenal mencium kening Bella dan diabadikan oleh kameramen. Namun di foto dengan wajah bahagia hanya menjadi milik Zaenal dan Bella, karena keluarga Zae mengurungkan niatnya untuk hadir.
Keluarga Zaenal sangat tidak puas dengan jawaban Zaenal saat diinterogasi kenapa anak laki-laki keluarga Hatta satu-satunya harus meninggalkan mereka demi seorang wanita bernama Bella?.
"Mohon maaf sebelumnya bunda, bapak, juga dek Yoan dan Yoanna. Zae sudah ambil keputusan, dan mohon berikan kesempatan pada Zae untuk memilih dimana, dan bagaimana Zae tinggal. Zae ingin diberikan kedewasaan untuk memilih sendiri apa yang Zae mau, bukan karena kemauan Bunda, atau bapak, dan juga keluarga besar. Walau ditolak dan dilarang Zae akan tetap menikahi Bella, wanita yang Zae cintai. Mohon maaf sekali lagi sebesar2nya"Dan dengan jawaban itu, mereka pergi meninggalkan Zaenal tanpa keluarga di akad dan juga resepsi.
Resepsi pernikahan itu juga tidak begitu banyak dihadiri oleh para tamu, yang sebagian besar adalah rekan kerja Zaenal atau mahasiswa-mahasiswa Zaenal selama menjadi dosen sebelumnya. Bahkan keluarga Zaenal, tidak ada yang hadir. Hanya kemudian sms dari adiknya Yoanna yang membuat Zaenal bisa tersenyum lega, ada satu orang sekutu di keluarganya yang mau mengerti keputusannya.
Saat menunjukkan isi sms itu pada Bella, wanita itu kembali menunjukkan rasa khawatirnya. Sungguh dia tidak ragu. Bella hanya tidak ingin pria itu terus berkorban untuknya.
"Zae, Maaf kau begitu banyak berkorban untukku, keluargamu, bagaimana?"
"Bukan berkorban Bella, tapi aku memutuskan. Bunda, Bapak dan adik-adikku suatu saat apa yang sebenarnya. Aku tidak pernah menyesal dan bahagia. Dan aku yakin Bella, di sudut hati keluargaku, mereka pasti mendoakan kebahagiaanku dan juga kita", ucap Zaenal sembari merengkuh Bella kedalam pelukannya (lagi).
"Ya Zae, semoga", dan Bella hanya berharap semoga saja Zaenal dan dirinya bisa membentuk 'keluarga' baru ... di Oasis Lane.